Senin, 22 November 2010

MEDIA LAYANAN BIMBINGAN YANG BERSUMBER DARI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT


Pada Perkuliahan Media BK yang lalu kita sudah membahas mengenai macam-macam media untuk membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling. Akan tetapi Masih banyak orang beranggapan bahwa media layanan bimbingan selalu terkait dengan teknilogi tinggi, elektronika, digital dan biaya mahal contohnya yang kita kenal sebagai media layanan bimbingan adalah media cetak, Transparansi, Audio, Slide Suara, Vidio, Multimedia Interaktif,E-learning. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dalam memaknai arti dari sebuah media layanan bimbingan. Media bimbingan terdiri dari berbagai macam jenis, dari media layanan bimbingan yang sederhana dan media layanan bimbingan yang canggih dan mahal. Dari mulai rakitan pabrik hingga buatan tangan para guru BK itu sendiri, bahkan ada pula yang telah disediakan oleh alam dilingkungan sekitar kita yang dapat langsung digunakan sebagai layanan bimbingan. Atas dasar pemahaman tersebut diatas maka diharapkan tidak ada lagi argumentasi yang muncul dikalangan para guru BK untuk tidak dapat digunakan alat peraga oleh karena biayanya mahal. Begitu banyaknya lingkungan disekitar yang dapat digunakan sebagai media alat peraga tanpa perlu biaya mahal. Beberapa benda dilingkungan kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber bimbingan, baik dimanfaatkan secara langsung (by utility resources), ataupun yang dirancang terlebih dahulu (by design resources) dan dapat pula dengan cara rekayasa media.

  1. Pengertian Lingkungan Sebagai Sumber Bimbingan
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartika sebagai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuam ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari lungkungan biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada disekitar siswa-siswa kita merupakan salah satu sumber bimbingan yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber bimbingan yang tersedia dilingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber bimbingan lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa. Selain itu kebenarannya lebih akurat, sebab siswa dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut. Kegiatan bimbingan di mungkinkan akan lebih menarik bagi siswa sebab linkungan menyediakan sumber bimbingan yang sangat beragam dan banyak pilihan. Melakukan bimbingan seja usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat dan sumber daya manusia dimasa mendatang. Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih dari lingkungan sebagai sumber bimbingan dalam pendidikan, bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari dari lingkungan. Namun demikian diperlukan adanya kreatifitas dab jiwa inofatif dari guru BK untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber bimbingan.
Jika pada saat bimbingan dikelas siswa diperkenalkan oleh guru BK mengenai NARKOBA, dengan mengajak siswa mengunjungi panti rehabilitasi NARKOBA, siswa akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak lagi. Daam pemanfaatan lingkinga tersebut guru BK dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan dalam ruangan kelas ke alam terbuka dalam ha ini lingkungan. Namun, jika guru BK menceritakan kisah tersebut di dalam ruangan kelas, nuansa yang terjadi di dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika gur BK mengajak siswa untuk memanfaatkan lingkungan. Artinya bimbingan tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber bimbingan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Siswa-siswi bimbingan melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide.

  1. Keuntungan Memanfaatkan Media Lingkungan
Memanfaatkan lingkungan sebagai media layanan bimbingan memiliki banyak keuntungan. Beberapa keuntungan tersebut antara lain:
    • Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan.
    • Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik.
    • Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini juga sesuai dengan konsep layanan bimbingan kontekstual (contextual guidance).
    • Layanan bimbingan lebih aplikatif, materi bimbingan yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan angsung, karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari.
    • Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara ilmiah.
    • Lebih kominikatif, sebab benda dab peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).
Dengan mamahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita dapat tergugah untuk memanfaatkan semaksimal mungkin lingkungan di sekitar kitra untuk menunjang kegiatan layanan bimbingan kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media bimbingan yang hampir tak terbatas. Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik layanan bimbingan yang akan kita berikan.

  1. Prinsip-prinsip Rekayasa Media Layanan Bimbingan
Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber bimbingan. Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dahulu sebelum dapat kita pergunakan dalam layanan bimbingan. Media yang perlu kita buat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat dilingkunagn kita. Jika kita harus membuat media bimbingan semacam itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatika yaitu :
    • Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaanya.
    • Dapat membantu memberikan pamahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep abstrak.
    • Dapat mendorong kreatifitas siswa, memeberikan kesempatan kapada siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi (menemukan sendiri).
    • Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsur yang membahayakan siswa.
    • Usahakan memenuhi unsur kebenaran substansional dan kemenarikan.
    • Media bimbigan hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru BK maupun siswa.
    • Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah.
    • Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik.